Home » » Senjata Murah Saingan Berat Berat Pindad

Senjata Murah Saingan Berat Berat Pindad

Written By Ifal Pawitikra on Jumat, 09 November 2012 | 23.53

PT Pindad (persero) menyatakan saat ini bersaing ketat dengan alat-alat militer buatan China yang menawarkan harga murah serta berkualitas.

Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Pindad Teguh kepada detikFinance dalam pameran Indo Defence Expo 2012 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (9/11/2012).

"China menjadi saingan terberat kita soal pemasaran alat perang," kata Teguh singkat.

Menurut Teguh, China dengan produk murahnya mudah untuk membuat calon pembeli tergiur. Tetapi Pindad memastikan akan terus berkompetisi secara sehat.

"Pindad bisa berkompetisi soal harga, kita juga murah dan kita lebih berkualitas. Ini sudah diakui di banyak negara," paparnya.

Saat ini pasaran alat dan kendaraan militer Pindad sudah memasuki negara ASEAN, Australia, dan Korea. Bahkan merambah ke ranah Eropa sebut saja Prancis, Jerman, Turki, dan Bosnia.

Menurut Teguh dari banyaknya pasar Pindad, salah satu negara yang paling setia untuk membeli alat dan kendaraan militer Pindad adalah Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam.

"Produk seperti bom, senjata baik senapan jenis SS2, pistol jenis G2 dan amunisi juga kendaraan tempur laku dijual. Khusus untuk negara Singapura, mereka yang paling setia beli dari kami," cetusnya.
Pindad Siap Serbu Irak
PT Pindad (Persero), BUMN yang bergerak memproduksi alat tempur siap menyerbu pasar Irak. Rencana ini akan segera terealisasi dalam waktu dekat.

"Ini adalah himbauan dari Pak Dahlan Iskan untuk ekspansi ke sana," tutur staf ahli PT Pindad (Persero) Teguh saat ditemui detikFinance dalam acara Indo Defence di JIE Kemayoran Jakarta, Jumat (8/11/2012).

Menurutnya, Dahlan Iskan terinspirasi oleh Pasukan Garuda yang saat ini sedang bertugas di Libanon. Dahlan Iskan berpendapat mengapa Indonesia tidak menjual senjata buatan Pindad ke Irak.

"Pak Dahlan terinspirasi Pasukan Garuda di Libanon dan ada peluang untuk menjual kesana," katanya.

Rencana ini masih menunggu perjanjian bilateral antara Indonesia dan Irak. Jika perjanjian berjalan mulus, maka PT Pindad (Persero) siap memasarkan semua jenis produknya ke negara rawan konflik tersebut.

"Sudah ada delegasi dari Irak yang datang kepada kami (Pindad). Tinggal menunggu agreement saja dari Irak dan Indonesia. Selain itu Pindad harus selesai juga memenuhi kuota kebutuhan TNI sampai 60% baru kami bisa jual kesana," cetusnya.






Sumber : Detik

1 komentar:

  1. Good day! Thіs post could not be ωritten any better!

    Reaԁing thіѕ рost reminds me of my
    good оlԁ room mate! He always kept chatting about this.
    I will forward thiѕ writе-up to him. Faiгly
    ceгtаіn he will have a good гead. Thankѕ for
    shaгing!

    Stορ bу my homepаge :: kundalini reiki
    Check out my web page ; touch therapy

    BalasHapus

Pengupdate Berita Pertahanan